Kamis, 28 April 2011

Cara Hidup Bakteri Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri


Cara Hidup Bakteri
                Bakteri memerlukan makanan agar dapat tumbuh dan berkembangbiak. Bakteri memperoleh makanan dengan cara yang beraneka ragam. Selain itu, bakteri juga memerlukan energi yang diperoleh dari proses perombakan makanannya. Proses perombakan makanan ada yang memerlukan oksigen dan ada yang tidak memerlukan oksigen. Cara bakteri memperoleh makanan, memperoleh energi, dan kebutuhannya akan oksigen dapat dijadikan dasar pengelompokkan bakteri.
                Berdasarkan cara memperoleh makanan, bakteri dikelompokkan menjadi :
a.    Bakteri heterotrof (sebagian besar)
Heterotrof berasal dari bahasa Yunani, yaitu hetero artinya yang lain, dan trophos artinya memakan. Jadi heterotrof adalah bakteri yang makanannya berupa senyawa organik yang berasal dari organisme lain. Bakteri heterotrof terbagi menjadi :
-            Bakteri Saprofit
Bakteri saprofit adalah bakteri yang memperoleh makannya dari sisa-sisa organisme atau produk organisme  lain. Sisa-sisa organisme, misalnya daun yang gugur dan feses hewan, sedangkan produk organisme, misalnya susu dan daging. Sisa organisme atau produk organisme yang mengandung bakteri akan mengalami proses penguraian.
Bakteri saprofit merupakan salahsatu jenis organisme pengurai (decomposer) di alam. Contoh bakteri saprofit adalah E. Coli, Lactobacillus bulgaricus, dan beberapa spesies dari Mycrobacterium sp. (bakteri pengurai sampah).
-            Bakteri Parasit
Bakteri parasit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya. Inang tempat hidup bakteri parasit dapat berupa tumbuhan, hewan, dan manusia. Bakteri parasit jika menimbulkan penyakit pada inangnya disebut bakteri patogen. Contoh : Mycobacterium tuberculosis, Bacillus anthracis, dan Clostridium tetani.
b.    Bakteri autrotof
Autrotof berasal dari bahasa Yunani, yaitu auto artinya diri, dan trophos artinya memakan. Jadi bakteri autrotof adalah bakteri yang dapat membuat atau mensintesis makanannya sendiri. Bakteri autrotof dikelompokkan menjadi :
-            Bakteri Fotoautrotof
Bakteri fotoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi cahaya matahari untuk membuat makanannya. Jadi pigmen bakteri autrotof utama dalah klorofil dan karoten. Contoh : Thiocystis sp. Adalah bakteri yang memperoleh makanannya melalui fotosintesis.
-            Bakteri Kemoautrotof
Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia untuk mensintesis makanannya. Energi kimia diperoleh dari proses oksidasi senyawa anorganik. Contoh :
-            Nitrosomonas sp. dan Nitrosococcus sp. (bakteri nitrit) yang mengoksidasi senyawa ammonia menjadi ion nitrit.
-            Nitrobacter sp. (bakteri nitrat) mengoksidasi ion nitrit menjadi ion nitrat.
-            Gallionella sp. (bakteri besi) mengoksidasi ion fero menjadi ion feri.
-            Hydrogenobacter sp. (bakteri hidrogen) yang mengoksidasi gas hidrogen menjadi air.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri
·      Nutrisi
Nutrisi untuk bakteri diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsinya yang normal. Sehingga diketahui beberapa tipe nutrisi bakteri, yaitu :
1.       Energi
Semua bakteri memerlukan anergi untuk hidupnya. Energi tersebut dapat berasal dari cahaya matahari atau karbon. Berdasarkan sumber energi tersebut, bakteri dikelompokkan menjadi bakteri autrotof, heterotrof, fotoautrotof, dan kemoautrotof. Bakteri autrotof adalah bakteri yang memperoleh karbon dai CO2, sedangkan heterotrof adalah bakteri yang memperoleh karbon dari senyawa karbon organik.
2.       Kebutuhan nitrigen untuk bakteri
Beberapa tipe bakteri menggunakan senyawa nitrogen anorganik dan yang lain memerlukan nitrogen dalam bentuk senyawa nitrogen organik.
3.       Kebutuhan belerang (sulfur) dan fosfor untuk bakteri berasal dari senyawa sulfur organik, sedangkan fosfor diberikan sebagai fosfat yaitu garam-garam fosfat.
4.       Kebutuhan beberapa unsur logam, natrium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, besi, seng, tembaga, dan kobalt untuk pertumbuhannya yang normal. Jumlah yang dibutuhkan amat kecil dalam ppm (parts per millon=persejuta).
5.       Kebutuhan vitamin
Beberapa bakteri mampu memnuhi kabutuhan vitaminnya dari senyawa-senyawa lain di dalam medium.
6.       Kebutuhan air untuk fungsi metabolik dan pertumbuhannya.

·      Media Pertumbuhan  Bakteri
Untuk menumbuhkan dan mengembangbiakan mikroba, diperlukan suatu substrat yang disebut media. Media dapat dibuat dari bahan alam seperti toge, kentang, wortel, daging, telur, susu, ataupun dari bahan buatan yaitu senyawa kimia organik atau anorganik.
Syarat media, yaitu :
-          Mengandung semua unsur hara yang diperlukan
-          Memenuhi sema faktor yang diperlukan oleh mikroba, seperti pH
-          Harus dalam keadaan steri

Ø Bentuk, Susunan, dan Sifat Media
Bentuk media ditentukan oleh ada tidaknya penambahan pemadat seperti agar, gelatin, dan sebagainya.
Dikenal tiga bentuk media, yaitu :
1.       Media cair (kaldu cair)
Tidak ditambahkan zat pemadat, dipergunakan untuk bakteri dan ragi.
2.       Media padat
Menggunakan agar, merupakan media umum yang dipergunakan untuk pertumbuhan bakteri heterotrof, ragi dan jamur.
3.       Media semi padat atau semi cair
Penambahan zat padat 50%, dipergunakan untuk pertumbuhan mikroba yang banyak memerlukan air, anaerobik atau fakultatif.
Sususnan media :
1.       Air
2.       Protein
3.       Asam amino
4.       Energi
5.       Vitamin
Dapat berbentuk :
1.       Media alami
Disusun oleh bahan alami, kentang, daging, susu, telur, dan lain-lain.
2.       Media sintetik
Disusun dari senyawa kimia.
3.       Media semi sintetis
Media yang disusun berdasarkan campuran bahan alami dan bahan sintetis.
Kaldu nutrisi untuk pertumbuhan bakteri terdiri dari pepton, ekstrak daging, NaCl, dan aquades. Agar toge untuk pertumbuhan jamur/ragi, dan agar wortel untuk pertumbuhan ragi dan beberapa jenis jamur.
Sifat media : tujuan lain penggunaan media yaitu untuk isolasi, seleksi, evaluasi, dan diferensiasi biakan yang didapat, artinya penggunaan zat tertentu yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan. Setiap media mempunyai sifat (spesifikasi) tersendiri sesuai dengan maksudnya.
Pembagian media berdasrkan sifat, yaitu :
1.       Media umum
Media umum adalah media yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan satu atau lebih kelompok mikroba secara umum. Contoh, agar kalsu nutrisi (nutrien agar) untuk bakteri dan agar kentang dekstrosa (PDA).
2.       Media pengaya
Media pengaya adalah media yang digunakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada suatu jenis atau kelompok mikroba untuk tumbuh dan berkembangbiak lebih cepat dari jenis atau kelompok lainyya yang sama-sama berada dalam satu bahan.
Contoh : untuk memisahkan Salmonella typhosa dari feses manusia digunakan media pengaya seperti kaldu-selenit atau kaldu tetrationat.
3.       Media selektif
Media selektif adalah media yang hanya dapat ditumbuhi oleh satu atau lebih jenis mikroba tertentu tetapi akan menghambat atau mematikan jenis yang lain. Contoh media SS (Salmonella-Shigella) agar untuk bakteri Salmonella sp. dan Shigella sp.
4.       Media diferensial
Media diferensial adalah media yang dugunakan untuk pertumbuhan mikroba tertentu serta penentuan sifat-sifatnya. Cintih : media agar darah yang digunakan untuk pertumbuhan bakteri hemolitik.
5.       Media penguji
Media penguji adalah media yang digunakan untuk pengujian senyawa atau benda tertentu dengan bantuan mikroba. Contoh : media penguji vitamin, asam amino, residu pestisida, dll. Media ini, selain berisi kebutuhan dasar mikroba juga ditambahkan bahan yang akan diuji.
6.       Media perhitungan
Media perhitungan adalah media yang digunakan utnuk menghitung mikroba pada suatu bahan. Media ini dapat berupa media umum, media selektif, media diferensial, atau media penguji.

·         Kondisi Fisik
1.       Suhu
Proses pertumbuhan tergantung pada reaksi kimiawi dan laju reaksi kimia dipengaruhi oleg suhu. Sehingga pertumbuhan bakteri sangat dipengaruhi oleh suhu.
Berdasarkan suhu, bakteri dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu :
-          Psikrofil yaitu bakteri yang tumbuh pada suhu 0o  sampai 30o C.
-          Mesofil merupakan kelompok bakteri yang tumbuh pada suhu 20o sampai 40oC.
-          Termofil yaitu bakteri yang tumbuh pada suhu 50oC atau lebih.
2.       Oksigen
Gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri ialah oksigen dan karbon dioksida. Berdasarkan kebutuhan oksigen, bakteri dikelompokkan menjadi :
-          Bakteri aerob
Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk merombak makanannya menjadi energi. Contoh : Nitrosomonas sp., Nitrosococcus sp., dan Nitrobacter sp.
-          Bakteri anaerob
Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk merombak makanannya menjadi energinya. Energi diperoleh dari proses perombakan senyawa organik tanpa menggunakan oksigen. Bakteri anaerob dikelompokkan menjadi:
-          Bakteri anaerob obligat
Bakteri anaerob obligat (sejati) hanya hidup jika tidak ada oksigen. Oksigen merupakan racun. Contoh : bakteri belerang, Methanobacterium sp.
Micrococcus denitrificans, Clostridium botulinum,Clostridium tetani.
-          Bakteri anaerob fakultatif
Bakteri anaerob fakultatif dapat hidup jika ada ataupun tidak ada oksigen. Contoh E. Coli dan Lactobacillus sp.
-          Bakteri mikroaerofilik
Bakteri mikroaerofilik adalah bakteri yang tumbuh baik bila ada oksigen yang sedikit.
3.       Derajat Keasaman (pH)
Untuk pertumbuhan bakteri membutuhkan pH optimum terletak antara 6,5 dan 7,5. Tetapi ada beberapa bakteri yang dapat tumbuh pada pH rendah, atau tumbuh pada pH tinggi (basa).
Kondisi fisik perlu dipertimbangkan di dalam penyediaan kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri.
Pada kondisi lain, yaitu pada konsentrasi garam tinggi dikenal bakteri halofilik yaitu bakteri yang dapat hidup pada air asin di laut. Mikroorganisme yang memerlukan konsentrasi garam tinggi untuk pertumbuhannya disebut halofil obligat. Bakteri yang dapat tumbuh pada keadaan tanpa garam maupun mengandung garam disebut halofil fakultatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar